Home » » Mengapa Standarisasi Drawing itu penting..?

Mengapa Standarisasi Drawing itu penting..?


Mengapa Standarisasi Drawing itu penting..?

Apakah anda sudah menggunakan CAD standard di perusahaan anda? Atau setiap pengguna CAD di perusahaan anda masih dibebaskan untuk menggunakan ‘standard sendiri’? Sudah waktunya anda mencoba untuk mengimplementasikan CAD Standard. Pada kesempatan ini kita akan coba diskusikan kenapa CAD Standard itu penting.

Standard Menyamakan Persepsi
Pada masa sekolah dulu pasti masih ingat bahwa kita diajarkan arsiran untuk section, untuk dinding bata, untuk material kayu, dan sebagainya. Kita juga diberikan standard ketebalan pen/garis saat menggambar. Untuk benda yang nyata/tidak terpotong, section, arsiran, dsb. Juga ukuran huruf, yang pada waktu itu masih menggunakan mal. 


Kenapa? Karena penyamaan persepsi akan membuat gambar anda mudah dibaca. Kalau tidak ada persamaan persepsi seperti itu, mungkin anda harus menulis ‘ini dinding bata’ sebagai pengganti simbol arsiran. Text anda mungkin akan terlalu kecil sehingga tidak terbaca, atau terlalu besar sehingga mengganggu geometri gambar anda. Dan gambar-gambar yang dikeluarkan perusahaan anda akan tampak konyol karena berbeda satu dengan lainnya. Setiap orang punya simbol sendiri-sendiri, dan cara sendiri-sendiri untuk menunjukkan maksudnya!

Setiap Orang Punya Standard
Di era digital, standard tidak lagi melulu soal hasil cetak. Hal ini yang belum terlalu dipahami oleh decision maker dan pihak management di perusahaan. Banyak yang masih mementingkan ‘yang penting hasil cetaknya bener’. 

Sesungguhnya setiap orang punya standard. Sadar atau tidak, anda akan selalu membuat nama layer yang kurang lebih sama. Mungkin ada sedikit variasi, tapi pola pikir anda sudah terbentuk. Anda suka menggunakan thick ketimbang arrow untuk dimension misalnya. Kenapa anda melakukannya?
Setiap orang suka keteraturan. Mungkin juga ingin tampak ciri khas. Dan pastinya membuat standard sendiri seperti itu akan mempermudah hidup yang membuat gambar.

Masalah akan mulai muncul jika anda bekerja dalam tim. Sendiri, mau pakai standard apa saja tidak masalah. Namun saat project semakin besar, anda akan butuh penyesuaian. Sewaktu sudah ada lima orang atau lebih yang bekerja pada project tersebut, anda akan merasakan bahwa tim anda butuh satu standard yang digunakan bersama-sama.

Bagaimana Kalau Bekerja Tanpa Standard yang Sama?
Pernahkah anda menerima gambar CAD dari orang lain, atau bahkan perusahaan lain? Kalau anda ingin menggunakan gambar itu tentu anda harus mengubahnya. Mencari tahu si anu menggambar objek-objek itu di layer mana. Mengubah color, line weight, styles, dsb. Mungkin bahkan mengganti gambar pintu, jendela sampai symbol anotasi yang tidak sesuai dengan gambar anda lainnya.

Proses ini dapat memakan waktu cukup lama. Jika kemudian gambar yang sudah anda ‘sesuaikan’ itu butuh perubahan dan dikirimkan kembali ke partner anda tersebut, dia juga harus mempelajarinya lagi. Jika project ini melibatkan puluhan atau ratusan orang, dan setiap orang menghabiskan beberapa jam setiap menerima gambar, ini akan menimbulkan kerugian yang cukup besar. Perusahaan akan kehilangan produktifitasnya. Kalau setaun harusnya bisa menyelesaikan 20 project, mungkin karena isu standarisasi ini cuma bisa menyelesaikan 15-18 project. Hal ini bisa dihindari kalau perusahaan sudah mengimplementasikan standar internasional.

Apa saja Standar Internasional Yang Ada?
Ada beberapa institusi yang menerbitkan standard, dalam usahanya menyamakan persepsi ini. Diantaranya untuk bidang AEC (architecture, engineering, and construction) adalah sebagai berikut:
  1. American Institute of Architects Standard (AIA)
  2. ISO Standard 13567 (ISO 13567)
  3. Singapore Standard 83 (CP83)
  4. British Standard 1192 (BS1192) 
 Source : Tentang CAD
Muhtar Arifin AutoCAD Tangerang Updated at : 10:47 PM

0 comments:

Post a Comment

RECENT POST