Home » » Prinsip-Prinsip Dasar Memberi ukuran sebuah Gambar.

Prinsip-Prinsip Dasar Memberi ukuran sebuah Gambar.

Prinsip-Prinsip Dasar Memberi ukuran sebuah Gambar.

Rekan AutoCAD Tangerang semua,pekerjaan memberi ukuran pada sebuah gambar merupakan pekerjaan yang sangat familiar sekali bagi mereka yang berprofesi sebagai tukang juru gambar atau sekarang lebih tenarnya disebut dengan drafter,ya seorang drafter atau operator drafter baik menggunakan aplikasi AutoCAD atau yang lain akan sangat sering sekali melakukan pekerjaan memberi ukuran ( dimensi ) pada gambar yang telah ada,bukan hal yang sulit sebenarnya pekerjaan memberi ukuran pada sebuah gambar tersebut tetapi juga tidaklah gampang maka dari itu kita musti mengetahui prinsip-prinsip pokok sebelum melakukan proses drafting tersebut.

Memberi ukuran sebuah gambar agar dapat terbaca oleh orang lain tanpa ada kesalahan atau ukuran yang terlewatkan adalah merupakan tujuan utama pemberian ukuran/dimensi pada sebuah gambar,untuk itu point utama adalah bagaimana caranya kita menyajikan gambar tersebut selengkap mungkin agar orang lain yang nantinya akan mempergunakan gambar tersebut tidak mengalami kesulitan membacanya sehingga dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan yang kerap terjadi.

AutoCAD Tangerang
Prinsip-Prinsip Dasar Memberi ukuran sebuah Gambar.

Tujuan memberi ukuran ( dimensi ) pada sebuah gambar.

Jika diatas telah kita singgung tentang tujuan pemberian ukuran maka sudah tidak perlu lagi kita bertele-tele membahas tujuan pemberian ukuran terhadap sebuah gambar,yang penting gambar kita mudah terbaca,penempatan yang sesuai,segala informasi tersaji dengan lengkap dan setelah proses pembuatan produk selesai tanpa ada masalah maka pada titik tersebut proses pemberian ukuran yang telah kita lakukan bisa dinyatakan sukses.

Untuk itu kita perlu tahu dan memahami prinsip-prinsip dasar yang menjadi acuan dalam proses detailing sebuah drawing,dengan kita melaksanakan prinsip-prinsip tersebut niscaya gambar detail yang kita hasilkan jauh lebih baik dan telah berstandard internasional sehingga akan diterima oleh orang lain yang akan menggunakanya tanpa takut ada kesalahan baca pada proses berikutnya.

Prinsip dasar ketika melakukan proses detailing.

Prinsip-prinsip ini saya dapatkan berdasarkan pengalaman pribadi dalam arti pengetahuan tersebut saya dapatkan dari berbagai sumber baik buku,petuah dari orang lain,membaca artikel di internet dsb,jadi jika ada rekan-rekan yang berbeda atau akan menambahkan prinsip-prinsip dasar tersebut saya sangat berterima kasih sekali,baiklah berikut beberapa prinsip dasar yang perlu kita ketahui dan praktikan ketika melakukan proses detailing drawing atau memberi ukuran dimensional.
  • Proyeksi ( sudut pandang ).

Sebuah gambar yang akan tersaji nantinya harus memiliki ketentuan proyeksi apa yang dipergunakan,misalnya proyeksi amerika atau proyeksi eropa,ini bertujuan untuk menghindari kesalah pahaman saat proses membaca gambar tersebut,karena seperti kita ketahui bersama bahwa ada perbedaan cara penyajian gambar antar kedua proyeksi tersebut,masih beruntung jika gambar detail kita dibaca oleh orang yang mahir pasti tidak ada masalah,tetapi jika yang membaca masih belum mahir maka akan besar kemungkinan terjadi kesalah pahaman cara membacanya,untuk itu tentukan proyeksi mana yang akan dipergunakan sebelum proses detailing.

  • View ( arah pandang ).

View atau arah pandang ini dapat diartikan dengan dari sebelah mana kita memandang obyek tersebut,seperti kita ketahui ada 6 pandangan utama cara kita memandang sebuah benda yaitu,top view,bottom view,right view,left view,front view,back view,hal utama yang perlu kita lakukan adalah menentukan pandangan mana yang akan kita jadikan sebagai pandangan utama,karena setiap obyek/benda akan memiliki perbedaan dalam menentukan pandangan utama,setelah kita menentukan salah satu arah pandangan sebagai pandangan utama baru kita menentukan pandangan-pandangan yang lain sebagai pelengkap,jika sudah dirasa semua ukuran/dimensi dapat terwakili maka penyajian view dapat kita minimalkan alias tidak semua view kita pergunakan.
  • Section ( garis perpotongan ).

Membuat section atau garis perpotongan ini hanya berlaku jika semua view utama yang tersebut diatas sudah dipegunakan semua tetapi belum dapat memberi keterangan lengkap maka section view kita pergunakan,suatu contoh untuk melihat ukuran dalam sebuah benda,kita bisa mempergunakan section view ini lebih dari satu,sampai semua ukuran yang ada pada benda tersebut lengkap,yang tidak kalah penting adalah ketika membuat section view tentukan juga arah potongan yang akan dilihat untuk di detail ukuranya serta pemberian nama section view tersebut dan jangan lupa menyertakan arsiran pada dinding yang mengalami perpotongan.
  • Detail view.

Detail view merupakan metode melakukan pemberian ukuran terhadap salahsatu titik pandang yang dirasa sangat penting sehingga perlu untuk dilakukan penjabaran lebih,atau area penempatan ukuran atau dimensinya sangat kecil sehingga mengakibatkan ukuran bertumpuk dan dikhawatirkan akan terjadi kesalah pahaman dalam proses membacanya.section view biasanya ditandai dengan tanda khusus dan hasil dari detail view ini memiliki keterangan yang saling terkait.
  • Tabel ( table ).

Pemberian tabel pada proses detail ini biasanya dipergunakan untuk memberikan keterangan-keterangan yang betujuan khusus,misalnya toleransi,keterangan material,spesifikasi ukuran secara umum,proses pengerjaan dsb.
  • Kepala gambar ( etiket )

Kepala gambar jika dalam ilmu AutoCAD sering disebut dengan istilah etiket ada juga yang menyebut dengan nama legend ini bertujuan untuk memberikan semua informasi formal dari drawing tersebut,seperti kita ketahui bersama bahwa kepala gambar berisi tentang nama perusahaan pembuat drawing,nama perusahan yang punya barang,material,tanggal dibuat,siapa yang menggambar,memeriksa,menyetujui dsb untuk itu sangat dianjurkan sekali selalu menggunakan kepala gambar dalam setiap proses detailing.
  • Layer ( lapisan ).

Menggunakan layer atau lapisan gambar pada saat melakukan proses detailing sebuah obyek sangat membantu sekali bagi pengguna gambar tersebut nantinya,karena sangat mudah membedakan antara satu layer dengan layer lainya berdasarkan pada warna,tebal garis dan juga jenis gari yang akan berbeda antara satu layer dengan layer lainya,bayangkan jika sebuah proses detailing gambar dikerjakan pada sebuah layer saja,dengan warna yang sama,jenis gari yang sama,tebal gari yang semua sama,kita pasti akan kesulitan menentukan mana garis benda dan mana garis dimensi,terlebih jika gambar tersebut sudah sangat kompleks dan rumit.
  • Useful.

Prinsip yang terahir yang perlu kita sadari adalah useful artinya setiap pekerjaan detail gambar kita adalah bertujuan ahir agar dapat dibaca dan dipergunakan oleh orang lain,ingat oleh orang lain bukan kita sendiri,kalau gambar tersebut hanya untuk kita sendiri maka dengan penjabaran seadanya pun kita masih dapat dengan jelas membacanya,tetapi jika gambar tersebut dibaca oleh orang lain...?

Kesimpulan : proses detailing atau pemberian ukuran dan menyajikanya dengan benar adalah sebuah proses awal yang akan sangat mempengaruhi proses-proses selanjutnya,jika pada saat proses detailing ini kurang lengkap atau masih banyak kesalahan maka dapat dipastikan proses selanjutnya akan terhambat bahkan yang paling fatal adalah akan menghasilkan sebuah benda/produk yang salah,untuk itu mari rekan-rekan AutoCAD tangerang semua terutama bagi rekan-rekan yang berprofesi sebagai drafter,kita adalah ujung tombak terciptanya good product,good procces,jika kita semabrono melakukan proses detailing bukan tidak mungkin semuanya akan berantakan dan gagal total....

Sekian terima kasih



Muhtar Arifin AutoCAD Tangerang Updated at : 10:12 AM

0 comments:

Post a Comment

RECENT POST