Home » » Belajar Mengenal Proses EDM ( Electrical Discharge Machining ).

Belajar Mengenal Proses EDM ( Electrical Discharge Machining ).

Belajar Mengenal Proses EDM ( Electrical Discharge Machining ).

Rekan AutoCAD Tangerang semua,kesempatan kali ini saya ingin sedikit bercerita sesuatu yang lumayan berbeda dari biasanya,kalau dulu saya sering mengajak rekan-rekan untuk membahas masalah AutoCAD,untuk kali ini saya ingin pembahasan yang lain yakni tentang proses EDM,lho kok malah memicarakan tentang proses EDM,itu kan topic dan pembahasan orang – orang engineering dsb.

Yup memang betul,sekilas memang terlihat jauh dari jalur yang biasa kita lewati tapi saya merasa perlu untuk membuat tulisan ini,agar saya jadi lebih mengerti dan faham tentang proses EDM tersebut,mulai dari sejarah terciptanya proses EDM,keuntungan dan kerugianya,sampai kepada produk atau benda apa yang cocok untuk dip roses menggunakan proses EDM.

Saya sangat merasa perlu untuk mengenal dan memahami proses EDM tersebut,karena meskipun saya tidak asing dengan dunia machining terutama dunia molding,saya sedikit asing dengan proses yang satu ini,seperti biasa manusia itu akan “terpaksa” belajar jika sudah mengalami permasalahan atau kebuntuan..hehe..

Sejarah EDM ( electrical Discharge Machining ).

Belajar Mengenal Proses EDM ( Electrical Discharge Machining ).
Electrical Discharge Machining
asal  mula  EDM  (Electrical  Discharge  Machining)  adalah  pada tahun 1770, ketika ilmuan Inggris Joseph Priestly menemukan efek erosi dari percikan arus listrik,Pada tahun 1943, ilmuwan Rusia B. Lazarenko dan  N.  Lazarenko  memiliki  ide  untuk  memanfaatkan efek merusak dari percikan arus listrik untuk membuat proses yang terkontrol untuk pemesinan secara elektrik bahan konduktif Dengan adanya ide tersebut proses EDM telah lahir.

Lazarenko bersaudara menyempurnakan proses dengan cara menempatkan cairan tidak konduktif di mana percikan listrik terjadi di antara dua konduktor, cairan tersebut dinamakan dielektrik (dielectric). Rangkaian listrik yang membuat peristiwa tersebut terjadi digunakan sebagai nama proses ini. Pada saat ini telah banyak unit EDM digunakan yang lebih maju dari pada milik Lazarenko. Pada saat ini ada dua macam mesin EDM yaitu : EDM konvensional (Biasanya disebut Sinker EDM atau Ram EDM) dan Wire EDM. ( sumber : buku teknik permesinan )

Mengapa memilih proses EDM.

Sebenarnya sebelum berbicara mengapa memilih proses EDM di bandingkan dengan proses – proses machining yang lain,sebaiknya kita membahas terlebih dahulu tentang system kerja mesin EDM itu sendiri,nah untuk yang satu ini saya akan membahasnya nanti setelah saya sudah mulai belajar proses EDM itu sendiri baru akan saya tuliskan disini tentang system proses kerja mesin EDM.

EDM  telah  berkembang bersama dengan Mesin  Bubut, Mesin Frais, dan Mesin Gerinda sebagai teknologi yang terdepan. EDM terkenal dalam hal kemampuannya untuk membuat bentuk komplek pada logam- logam yang sangat keras. Penggunaan yang umum untuk Mesin EDM adalah dalam pemesinan dies, perkakas potong, dan cetakan (molds) yang  terbuat dari  baja yang  telah dikeraskan, tungsten carbide, high speed  steel,  dan  material  yang  lain  yang  tidak  mungkin  dikerjakan dengan cara tradisional (penyayatan). Proses ini juga telah memecahkan banyak masalah pada pembuatan bahan “exotic”, seperti Hastelloy, Nitralloy, Waspaloy and Nimonic, yang   digunakan secara luas pada industri-industri pesawat ruang angkasa.

Dengan telah ditemukannya teknologi yang maju tentang keausan elektrode, ketelitian dan kecepatan, EDM telah mengganti proses pemotongan logam yang lama pada beberapa aplikasi. Faktor lain yang menyebabkan berkembangnya penggunaan EDM adalah kemampuannya mengerjakan bentuk tipis, khususnya   dalam   pengerjaan   ketinggian dan ketirusan.  EDM  yang  menggunakan kawat  (Wire EDM) dapat membelah dengan ketinggian 16 inchi (sekitar 400 mm), dengan kelurusan  ±0,0005 inchi (± 0,0125 mm) tiap sisi.

 
Pada waktu yang lalu, EDM digunakan terutama   untuk   membuat   bagian-bagian  mesin yang sulit dikerjakan dengan proses konvensional. Pertumbuhan   penggunaan   EDM   pada   sepuluh tahun terakhir menempatkan proses pembuatan komponen dirancang menggunakan EDM terlebih dahulu, sehingga  EDM  bukanlah pilihan  terakhir, tetapi pilihan yang pertama.

Adapun beberapa alas an memilih proses EDM adalah sbb :
  • Lebih cepat
  • Lebih otomatis. Mesin lebih mudah diprogram dan dirawat.
  • Lebih akurat ukurannya.
  • Dapat menggunakan kawat dengan diameter yang lebih kecil pada mesin Wire EDM.
  • Menurunkan biaya operasional. Harga mesin menjadi lebih murah.
  • Dapat menghasilkan permukaan yang lebih halus.
  • Dapat menyayat karbida tanpa ada cacat ketika menggunakan Wire EDM dan Ram EDM.
  • Gerakan kawat EDM dan putaran benda kerja bisa dilakukan secara simultan.
  • Ram EDM tidak memerlukan pembersih benda kerja lain.
  • EDM  lebih  efektif  pada  kondisi  pembersihan benda  kerja  dengan tingkat kesulitan tinggi.
  • EDM   lebih   mudah   digunakan.   Waktu   untuk   pelatihan   dan pemrograman lebih singkat


To be continue..>>>>>



Muhtar Arifin AutoCAD Tangerang Updated at : 3:36 PM

2 comments:

  1. biasanya aku baca tentang tehnik autocad, sekarang tentang Electrical Discharge M, keren benar ya, dan bertambah pundi dolarnya.. terima kasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe..sambil belajar juga nich ceu...amiin thanks ya

      Delete

RECENT POST